Rabu, 20 April 2016

densitas batuan dan mineral



BAB I
PENDAHULUAN 

1.      LATAR BELAKANG 

Densitas dalam pengertian singkatnya adalah kerapatan atau massa jenis. Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Parameter yang mempengaruhi densitas antara lain ialah suhu, salinitas dan tekanan, yang paling mempengaruhi densitas adalah tekanan. Tingkat kepadatan sebuah batuan dipengaruhi oleh mineral-mineral penyusun batuan itu sendiri.

2.      RUMUSAN MASALAH

  • *      Apa saja Jenis-jenis batuan yang ada dibumi dan proses pembentukannya?

  • *      Apa yang dimaksud dengan densitas (massa jenis) sebuah batuan atau mineral?

  • *      Bagaimana hubungan antara densitas dengan porositas?

  • *      Bagaimana Hubungan antara densitas dengan kedalaman?

  • *      Bagaimana antara hubungan jenis batuan dengan densitas batuan tersebut?


3.      TUJUAN 


  • *      Mengetahui jenis batuan dan proses pembentukkannya.

  • *      Mengetahui definisi dari densitas serta distribusinya.

  • *      Memahami tentang bagaimana hubungan antara densitas dengan porositas.

  • *      Mengetahui hubungan antara densitas dengan kedalaman.

  • *      Mengetahui hubungan antara jenis batuan dengan densitas batuan tersebut


BAB II
PEMBAHASAN
Jenis-Jenis Batuan
Batuan dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu, Batuan Beku, Batuan Sedimen Dan Batuan Metamorf
 
Gambar 1 : proses pembentukan batuan 
 
Gambar 2 : siklus pembentukan batuan

Sumber : Petroleum Geoscience


1. Batuan Beku
Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). 

2. Batuan Metamorf
Batuan metamorf (atau batuan malihan) adalah salah satu kelompok utama batuan yang merupakan hasil transformasi atau ubahan dari suatu tipe batuan yang telah ada sebelumnya, protolith, oleh suatu proses yang disebut metamorfisme, yang berarti "perubahan bentuk". Batuan metamorf Merupakan proses perubahan himpunan mineral dan tekstur batuan, batuan metamorf terbentuk pada suhu diatas 200° C dan tekanan diatas 300 Mpa (mega pascal) dan dalam keadaan padat.

3. Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk di permukaan bumi pada kondisi temperatur dan tekanan yang rendah. Batuan ini berasal dari batuan yang lebih dahulu terbentuk, yang mengalami pelapukan, erosi, dan kemudian lapukannya diangkut oleh air, udara, atau es, yang selanjutnya diendapkan dan berakumulasi di dalam cekungan pengendapan, membentuk sedimen. Material-material sedimen itu kemudian terkompaksi, mengeras, mengalami litifikasi, dan terbentuklah batuan sedimen. Batuan sedimen meliputi 75% dari permukaan bumi. Diperkirakan batuan sedimen mencakup 8% dari total volume kerak bumi.

Setiap jenis batuan memiliki tingkat kekerasan (densitas) dengan range tertentu Adapun hal-hal yang mempengaruhi densitas sebuah batuan diantaranya ialah :





  • 1.      Jenis batuan




  • 2.      Kedalaman




  • 3.      Umur




  • 4.      Tekanan




  • 5.      Salinitas




  • 6.      Suhu




  • 7.      Dll


§  Densitas
Densitas adalah massa per satuan volume (g/cm3), atau sering disebut tingkat kekerasan suatu benda per satuan volume benda. Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda. Dan satu zat berapapun massanya berapapun volumenya akan memiliki massa jenis yang sama.

Rumus untuk menentukan massa jenis adalah


Batuan sedimen biasanya memiliki densits yang lebih kecil dari batuan beku dan metamorf. Hal utama yang menetukan densitas batuan sedimen ialah variasi porositas batuan. Semakin besar porositas batuan tersebut maka semakin rendah tingkat densitas batuan tersebut. densitas batuan sedimen juga dipengaruhi oleh umur, proses terjadi batuan sebelumnya, dan kedalaman. (telford)

1. Hubungan antara densitas dengan kedalaman
 
Gambar 3 : grafik hubungan antara densitas, tekanan dan kedalaman
Sumber : google

Untuk mengetahui hubungan antara kedalaman dengan densitas batuan, kita memerlukan beberapa asumsi diantaranya ialah :
  • a.       Semakin bertambahnya kedalaman, maka batuan lapisan akan semakin kompak
  • b.      Semakin kompak batuan lapisan, maka kepadatan lapisan tersebut semakin besar, sehingga densitasnya semakin besar pula.
Dari grafik diatas terlihat bahwa semakin bertambahnya kedalaman, maka densitas batuannya semakin besar.

1.      Hubungan Antara Jenis Batuan Dengan Densitas

Sebelum mengetahui lebih jauh tentang densitas batuan, perlu kita mengerti bahwa massa jenis atau tingkat kekerasan batuan dipengaruhi oleh jenis batuan itu sendiri, adapun tingkatan massa jenis (densitas) berdasarkan dari urutan yang paling kecil densitasnya hingga densitas yang paling tinggi
1.      Batuan Sedimen (Sedimentary Rock)
2.      Batuan Beku (Igneous Rock)
3.      Batuan Metamorf (Metamorfhic Rock)

Batuan tersusun dari mineral-mineral penyusun sebuah batuan, setiap mineral memiliki range densitas tersendiri, jika mineral penyusun batuan tersebut memiliki densitasi range yang tinggi. Maka secara hakikatnya batuan tersebut juga memiliki densitas yang besar juga. 

Batuan sedimen terdiri dari butiran-butiran sedimen, setiap butiran yang tersusun menyisakan ruang kosong atau sering disebut sebagai pori. Karena batuan sedimen memiliki pori disetiap susunan, maka akan sangat mungkin air dan material yang lain masuk mengisi ruang kosong tersebut, keberadaan air dan material lain yang mengisi ini menyebabkan tingkat kekerasan (massa jenis) batuan sedimen lebih rendah dibandingkan dengan batuan metamorf dan batuan beku yang secara pembentukannya dari proses pembekuan magma, sehingga terjadi proses solidifkasi yang menyebabkan batuan beku dan metamorf lebih keras dibandingkan dengan batuan sedimen.

Berikut dibawah ini range densitas setiap jenis batuan dan mineral


Table 1.1 Density Of Rocks 
Rock Type
Range (g/cm3)
Average (g/cm3)
Sediment (wet)
Overburden

1.92
Soil
1.2-2.4
1.92
Clay
1.63-2.6
2.21
Gravel
1.7-2.4
2.0
Sand
1.7-2.3
2.0
Sandstone
1.61-2.76
2.35
Shale
1.77-3.2
2.40
Limestone
1.93-2.90
2.55
Dolomite
2.28-2.90
2.70
Sedimentary rocks (av)

2.50
Igneous Rock
Rhyolite
2.35 - 2.70
2.52
Andesite
2.4 - 2.8
2.61
Granite
2.50 - 2.81
2.64
Granodiorite
2.67 - 2.79
2.73
Porphyry
2.60 - 2.89
2.74
Quartz diorite
2.62 - 2.96
2.79
Diorite
2.72 - 2.99
2.85
Lavas
2.80 - 3.00
2.90
Diabase
2.50 - 3.20
2.91
Basalt
2.70 - 3.30
2.99
Gabbro
2.70 - 3.50
3.03
Peridotite
2.78 - 3.37
3.15
Acid igneous
2.30 - 3.11
2.61
Basic igneous
2.09 - 3.17
2.79
Metamorphic Rocks
Quartzite
2.5 - 2.70
2.60
Schists
2.39 - 2.9
2.64
Greywacke
2.6 - 2.7
2.65
Marble
2.6 - 2.9
2.75
Serpentine
2.4 - 3.10
2.78
Slate
2.7 - 2.9
2.79
Gneiss
2.59 - 3.0
2.80
Amphibolites
2.90 - 3.04
2.96
Eclogite
3.2 - 3.54
3.37
Metamorphic
2.4 - 3.1
2.74
 

BAB III

PENUTUPAN
A.    KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari makalah ini ialah, bahwa batuan terdiri atas mineral-mineral penyusun sebuah batuan, jika mineral penyusun batuan tersebut memiliki densitas yang besar, maka densitas batuan tersebut juga akan besar. Hubungan antara densitas dengan kedalaman yaitu, semakin bertambahnya kedalaman, maka batuan akan semakin kompak, semakin kompak batuan tersebut maka kepadatannya akan lebih besar, sehingga densitasnya semakin tinggi. Diketahui bahwa jenis batuan subsurface terdiri dari batuan sedimen, semakin kebawah dekat dengan sumber magma, dengan suhu dan tekanan yang tinggi menyebabkan terjadinya solidifikasi magma yang kemudian membeku menjadi batuan, sehingga kepadatannya lebih tinggi dari pada batuan diatasnya, dan menyebabkan batuan dibawahnya memiliki densitas yang lebih tinggi.

B.        SARAN

Dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, dibutuhkan kritik dan saran yang membangun sehingga dapat memperbaiki makalah ini.

C.    REFERENSI 



  • -          W.M Telford Applied Geophysics


  • -          Petroleum Geoscience “Rock Forming Minerals”


  • -          Journal teori dasar gaya berat


  • -          Wikipedia


  • -          Google image

 
 






3 komentar: